This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 05 November 2020

MATERI PAI KELAS VIII G SMPN 1 ANDONG

BACA DAN FAHAMI RANGKUMAN BAB 6. 

Pertumbuhan Ilmu Pengetahuan Pada Dinasti Umayyah 

            Bani Umayyah atau Kekhalifahan Umayyah, adalah kekhalifahan Islam pertama setelah masa Khulafaur Rasyidin yang memerintah dari 661 M sampai 750 M di Jazirah Arab dan sekitarnya, serta dari 756 M sampai 1031 M di Kordoba, Spanyol. Nama dinasti ini diambil dari nama tokoh Umayyah bin 'Abd asy-Syams, kakek buyut dari khalifah pertama Bani Umayyah, yaitu Muawiyah I. Masa ini sebagai masa perkembangan peradaban Islam, yang meliputi tiga benua yaitu, Asia, Afrika, dan Eropa. Masa ini berlangsung selama 90 tahun (661 M – 750 M) dan berpusat di Damaskus.
Pada masa ini perhatian pemerintah terhadap perkembangan ilmu pengetahuan sangat besar. Penyusunan ilmu pengetahuan lebih sistematis dan dilakukan pembidangan ilmu pengetahuan sebagai berikut;
1.      Ilmu pengetahuan bidang agama yaitu, segala ilmu yang bersumber dari Al-Qur’an dan Hadits.
2.      Ilmu pengetahuan bidang sejarah yaitu, segala ilmu yang membahas tentang perjalanan hidup, kisah dan riwayat.
3.      Ilmu pengetahuan bidang bahasa yaitu, segala ilmu yang mempelajari bahasa, nahwu, sharaf dan lain-lain.
4.      Ilmu pengetahuan bidang filsafat yaitu, segala ilmu yang pada umumnya berasal dari bangsa asing, seperti ilmu mantiq, kedokteran, kimia, astronomi, ilmu hitung dan ilmu lain yang berhubungan dengan ilmu itu.
Penggolongan ilmu tersebut dimaksudkan untuk mengklasifikasikan ilmu sesuai dengan karakteristiknya, semuanya saling berhubungan satu dengan yang lainnya, karena satu ilmu tidak bisa berdiri sendiri.Sehingga ilmu pengetahuan sudah menjadi satu keahlian, masuk kedalam bidang pemahaman dan pemikiran yang memerlukan sitematika dan penyusunan.

Ilmu pengetahuan yang muncul pada zaman Dinasti Umayyah 
     Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pada masa Bani Umayyah pada umumnya berjalan seperti di zaman permulaan Islam, hanya pada perintisan dalam ilmu logika, yaitu filsafat dan ilmu eksak.  Perkembangan ilmu pengetahuan pada masa ini masih berada pada tahap awal. Para pembesar Bani Umayyah kurang tertarik pada ilmu pengetahuan kecuali Yazid bin Mua’wiyah dan Umar bin Abdul Aziz.  Ilmu yang berkembang di zaman Bani Umayyah adalah ilmu syari’ah, ilmu lisaniyah, dan ilmu tarikh. Selain itu berkembang pula ilmu qiraat, ilmu tafsir, ilmu hadis, ilmu nahwu, ilmu bumi, dan ilmu-ilmu yang disalin dari bahasa asing.  Kota yang menjadi pusat kajian ilmu pengetahuan ini antara lain Damaskus, Kuffah, Makkah, Madinah, Mesir, Cordova, Granada, dan lain-lain, dengan masjid sebagai pusat pengajarannya.
Ilmu pengetahuan yang berkembang di zaman Dinasti Umayyah dapat diuraikan sebagai berikut :
a.       Al Ulumus Syari’ah, yaitu ilmu-ilmu Agama Islam, seperti Fiqih, tafsir Al-Qur’an dan sebagainya.
b.      Al Ulumul Lisaniyah, yaitu ilmu-ilmu yang perlu untuk memastikan bacaan Al Qur’an, menafsirkan dan memahaminya.
c.       Tarikh, yang meliputi tarikh kaum muslimin dan segala perjuangannya, riwayat hidup pemimpin-pemimpin mereka, serta tarikh umum, yaitu tarikh bangsa-bangsa lain.
d.      Ilmu Qiraat, yaitu ilmu yang membahas tentang membaca Al Qur’an. Pada masa ini termasyhurlah tujuh macam bacaan Al Qur’an yang terkenal dengan Qiraat Sab’ah yang kemudian ditetapkan menjadi dasar bacaan, yaitu cara bacaan yang dinisbahkan kepada cara membaca yang dikemukakan oleh tujuh orang ahli qiraat, yaitu Abdullah bin Katsir (w. 120 H), Ashim bin Abi Nujud (w. 127 H), Abdullah bin Amir Al Jashsahash (w. 118 H), Ali bin Hamzah Abu Hasan al Kisai (w. 189 H), Hamzah bin Habib Az-Zaiyat (w. 156 H), Abu Amr bin Al Ala (w. 155 H), dan Nafi bin Na’im (169 H).
e.       Ilmu Tafsir, yaitu ilmu yang membahas tentang undang-undang dalam menafsirkan Al Qur’an.  Pada masa ini muncul ahli Tafsir yang terkenal seperti Ibnu Abbas dari kalangan sahabat (w. 68 H), Mujahid (w. 104 H), dan Muhammad Al-Baqir bin Ali bin Ali bin Husain dari kalangan syi’ah.
f.       Ilmu Hadis, yaitu ilmu yang ditujukan untuk menjelaskan riwayat dan sanad al-Hadis, karena banyak Hadis yang bukan berasal dari Rasulullah.  Diantara Muhaddis yang terkenal pada masa ini ialah Az Zuhry (w. 123 H), Ibnu Abi Malikah (w. 123 H), Al Auza’i Abdur Rahman bin Amr (w. 159 H), Hasan Basri (w. 110 H), dan As Sya’by (w. 104 H).
g.       Ilmu Nahwu, yaitu ilmu yang menjelaskan cara membaca suatu kalimat didalam berbagai posisinya.  Ilmu ini muncul setelah banyak bangsa-bangsa yang bukan Arab masuk Islam dan negeri-negeri mereka menjadi wilayah negara Islam.  Adapun penyusun ilmu Nahwu yang pertama dan membukukannya seperti halnya sekarang adalah Abu Aswad Ad Dualy (w. 69 H).  Beliau belajar dari Ali bin Abi Thalib, sehingga ada ahli sejarah yang mengatakan bahwa Ali bin Abi Thalib sebagai Bapaknya ilmu Nahwu.
h.      Ilmu Bumi (al- Jughrafia).  Ilmu ini muncul oleh karena adanya kebutuhan kaum muslimin pada saat itu, yaitu untuk keperluan menunaikan ibadah Haji, menuntut ilmu dan dakwah, seseorang agar tidak tersesat di perjalanan, perlu kepada ilmu yang membahas tentang keadaan letak wilayah.  Ilmu ini pada zaman Bani Umayyah baru dalam tahap merintis.
i.        Al-Ulumud Dakhilah, yaitu ilmu-ilmu yang disalin dari bahasa asing ke dalam bahasa Arab dan disempurnakannya untuk kepentingan kebudayaan Islam. Diantara ilmu asing yang diterjemahkan itu adalah ilmu-ilmu pengobatan dan kimia. Diantara tokoh yang terlibat dalam kegiatan ini adalah Khalid bin Yazid bin Mu’awiyah (86 H). 
Ilmu  dan tokohnya yang muncul pada zaman Dinasti Umayyah 
            Berikut ini nama-nama ilmuwan beserta bidang keahlian yang berkembang di Andalusia masa dinasti Bani Umayyah :
No
Nama
Bidang Keahlian
Keterangan
1.
Abu Ubaidah Muslim Ibn Ubaidah al Balansi
-  Astrolog
-  Ahli Hitung
-  Ahli gerakan bintang-bintang
Dikenal sebagai Shahih al Qiblat karena banyak sekali mengerjakan penetuan arah shalat.
2.
Abu al Qasim Abbas ibn Farnas
-  Astronomi
-  Kimia
Ilmi kimia, baik kimia murni maupun terapan adalah dasar bagi ilmu farmasi yang erat kaitannya dengan ilmu kedokteran. Farmasi dan ilmu kedokteran telah mendorong para ahli untuk menggali dan mengembangkan ilmu kimia dan ilmu tumbuh-tumbuhan untuk pengobatan.
3.
Ahmad ibn Iyas al Qurthubi
  -Kedokteran
Hidup pada masa Khalifah Muhammad I ibn abd al rahman II Ausath
4.
Abu al Qasim al Zahrawi
-  Dokter Bedah
-  Perintis ilmu penyakit telinga
  -Pelopor ilmu penyakit kulit
Di Barat dikenal dengan Abulcasis. Karyanya berjudul al Tashrif li man ‘Ajaza ‘an al Ta’lif, dimana pada abad XII telah diterjemahkan oleh Gerard of Cremona dan dicetak ulang di Genoa (1497M), Basle (1541 M) dan di Oxford (1778 M) buku tersebut menjadi rujukan di universitas-universitas di Eropa.
5.
Abu Marwan Abd al Malik ibn Habib
  - Ahli sejarah
  -Seorang Penyair
  -Ahli nahwu sharaf
  Wafat 238 H /852 M
  Salah satu bukunya berjudul al Tarikh
6.
Muhammad ibn Musa al razi
-  Sejarah
  Wafat 273 H /886 M
  Menetap di Andalusia pada tahun 250/863
7.
Abu Bakar   Muhammad ibn Umar
-Sejarah
  Dikenal dengan Ibn Quthiyah
  Wafat 367 H /977 M
Ø  Bukunya berjudul Tarikh Iftitah al-Andalus
8.
Uraib ibn Saad
§  Sejarah
  Wafat 369 H /979 M
  Meringkas Tarikh al- thabari, menambahkan kepadanya tentang al Maghrib dan Andalusia, disamping memberi catatan indek terhadap buku tersebut.
9.
Hayyan Ibn Khallaf ibn Hayyan
-  Sejarah
-  Sastra
  Wafat 469 H /1076 M
  Karyanya : al Muqtabis fi Tarikh Rija al Andalus dan al Matin.
10.
Abu al Walid Abdullah ibn Muhammad ibn al faradli.
-  Sejarah
-  Penulis biografi
  Lahir di Cordova tahun 351/962 dan wafat 403/1013.
  Salah satu karyanya berjudul Tarikh Ulama’i al Andalus
Prestasi yang di capai pada zaman Dinasti Umayyah 
  1.       Kemajuan dalam bidang ilmu hadist 
Setelah rasulullah wafat para sahabat masih memelihara dan menjaga ke aslian hadist, apalagi pada masa tabi’in perkembangan periwayatan hadist makin  pesat dengan berkembangnya gerakan rihlah ilmiyah. Dalam perkembangan selanjutnya kritik hadist dan upaya pencarian ke aslian hadist di rasa tidaklah cukup. Karena itu, pada masa pemerintahan khalifah Umar bin Abdul ‘Aziz (99-102 H) .dilakukan upaya pembukuan hadist-hadist yang tersebar di berbagai tempat dan dibanyak tabi’in.
Untuk mewujudkan keinginan tersebut khalifah memberikan kepercayaan kepada Ibn hazm untuk mengumpulkan dan membukukan hadist untuk disebarkan kepada masyarakat islam. Di samping itu pula Khalifah Umar juga memerintahkan  Ibn Syihab Az-Zuhri dan ulama lainnya untuk mengumpulkan dan membukukan hadist yang ada pada mereka serta mengirimkannya kepada  khalifah.
Usaha pembukuan hadist terus berlanjut, sampai pada abad ke-3 H dan ke-4 H usaha pembukuan hadist mengalami masa kejayaan.Karena pada umumnya buku- buku tersebut  menjadi bahan rujukan hadist bagi yang ingin mengetahui dan belajar ilmu hadist. Para ulama hadist yang terkenal beserta karya-karyanya adalah, Imam Bukhari karyanya adalah Shahih Bukhari, Imam Muslim karyanya adalah Shahih Muslim, Imam Nasa’i karyanya adalah Sunan An-Nasa’i, Imam Abu Dawud karyanya adalah Sunan Abi Dawud, Imam Turmudzi karyanya adalah Sunan Turmudzi, Imam Ibnu Majah karyanya adalah Sunan IbnuMajah.
2.        Keberhasilan Yang Dicapai
          Dalam hal ini terbagi menjadi dua, yaitu material dan immaterial.
      a). Bidang Material :
1.      Muawiyah mendirikan dinas pos dan tempat-tempat tertentu dengan menyediakan            kuda dengan peralatannya disepanjang jalan. Dia juga berusaha menertibkan angkatan bersenjata.
2.      Mu’awiyah merupakan khalifah yang mula-mula menyuruh agar dibuatkan ”anjung” dalam masjid tempat sembahyang. Ia sangat khawatir akan keselamatan dirinya,    karena khalifah Umar dan Ali, terbunuh ketika sedang melaksanakan shalat.
3.      Lambang kerajaan sebelumnya Al-Khulafaur Rasyidin, tidak pernah membuat lambang Negara baru pada masa Umayyah, menetapkan bendera merah sebagai lambang negaranya. Lambang itu menjadi ciri khas kerajaan Umayyah.
4.      Mu’awiyah sudah merancang pola pengiriman surat (post), kemudian dimatangkan   lagi pada masa Malik bin Marwan. Proyek al-Barid (pos) ini, semakin ditata dengan baik, sehingga menjadi alat pengiriman yang baik pada waktu itu.
5.      Arsitektur semacam seni yang permanent pada tahun 691 H, Khalifah Abd Al-Malik    membangun sebuah kubah yang megah dengan arsitektur barat yang dikenal dengan “The Dame Of The Rock” (Gubah As-Sakharah).
6.      Pembuatan mata uang di zaman khalifah Abd Al Malik yang kemudian diedarkan keseluruh penjuru negeri islam.
7.      Pembuatan panti asuhan untuk anak-anak yatim, panti jompo, juga tempat-tempat    untuk orang-orang yang invalid, segala fasilitas disediakan oleh Umayyah.
8.      Pengembangan angkatan laut muawiyah yang terkenal sejak masa Ustman sebagai Amir Al-Bahri, tentu akan mengembangkan idenya di masa dia berkuasa, sehingga kapal perang waktu itu berjumlah 1700 buah.
9.      Khalifah Abd Al-Malik juga berhasil melakukan pembenahan-pembenahan administrasi pemerintahan dan memberlakukan bahasa arab sebagai bahasa resmi    administrasi pemerintahan Islam yang tadinya berbahasa Yunani dan Pahlawi sehingga sampai berdampak pada orang-orang  non  Arab  menjadi  pandai  berbahasa Arab dan untuk menyempurnakan pengetahuan tata bahasa Arab orang-orang non Arab, disusun buku tata bahasa Arab oleh Sibawaih dalam Al-Kitab.
10.  Merubah mata  uang  yang  dipakai  di  daerah-daerah    yang  dikuasai  Islam. Sebelumnya mata  uang  Bizantium  dan  Persia  seperti  dinar  dan  dirham. Penggantinya uang dirham terbuat dari emas dan dirham dari perak dengan memakai kata-kata dan tulisan Arab.
11.  Perluasaan wilayah kekuasaan dari Afrika menuju wilayah Barat daya, benua Eropa,     bahkan perluasaan ini juga sampai ke Andalusia (Spanyol) di bawah kepemimpinan panglima Thariq bin Ziad, yang berhasil menaklukkan Kordova, Granada, dan Toledo.
12.  Dibangun masjid-masjid dan istana. Katedral St. Jhon di Damaskus dirubah menjadi masjid, sedang Katedral yang ada di Hims dipakai sebagai masjid. Di  al- Quds  (Jerussalem) Abdul Malik membangun masjid  al-Aqsha. Monumen terbaik yang ditinggalkan zaman ini adalah Qubah al-Sakhr di al-Quds. Di masjid al-Aqsha yang menurut  riwayatnya  tempat Nabi  Ibrahim hendak menyembelih Ismail dan Nabi Muhammad mulai dengan mi’raj ke langit, masjid Cordova  di  Spanyol      dibangun, masjid  Mekah  dan Madinah  diperbaiki  dan diperbesar oleh Abdul Malik dan Walid.
           b). Bidang Immaterial
1.      Mendirikan pusat kegiatan ilmiah di Kufah dan Bashrah yang akhirnya memunculkan nama-nama besar seperti Hasan al-Basri, Ibn Shihab al-Zuhri dan  Washil bin Atha. Bidang yang menjadi perhatian adalah tafsir, hadits,  dan fikih.
2.      Penyair-penyair Arab baru bermunculan setelah perhatian mereka terhadap syair     Arab Jahiliyah dibangkitkan. Mereka itu adalah Umar Ibn Abi Rabiah (w. 719 m.),    Jamil al-Udhri (w. 701 M.),  Qays Ibn al-Mulawwah (w. 699 M.) yang lebih dikenal dengan nama Laila Majnun, al-Farazdaq (w 732M.), Jarir (w. 792 M) dan al-Akhtal (w. 710 M.).
3.      Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Sastra-Seni
Waktu dinasti ini telah mulai dirintis jalan ilmu naqli, berupa filsafat dan eksakta.  Dan ilmu pengetahun berkembang dalam tiga bidang, yaitu bidang diniyah, tarikh, dan filsafat. Kota-kota yang menjadi pusat ilmu pengetahuan selama pemerintahan    dinasti Umayyah, antara lain kota Kairawan, Kordoba, Granda dan lain sebagainya.     Sehingga secara perlahan ilmu pengetahuan terbagi menjadi dua macam, yaitu : pertama, Al-Adaabul Hadits (ilmu-ilmu baru), yang meliputi : Al-ulumul Islamiyah (ilmu al-Qur’an, Hadist, Fiqh, al-Ulumul Lisaniyah, At-Tarikh dan al-Jughrafi), Al-Ulumul khiliyah (ilmu yang diperlukan untuk kemajuan Islam), yang meliputi : ilmu thib, filsafat, ilmu pasti, dan ilmu eksakta lainnya yang disalin dari Persia dan     Romawi. Kedua : Al-Adaabul Qadamah (ilmu lama), yaitu ilmu yang telah ada pada         zaman Jahiliyah dan ilmu di zaman khalifah yang empat, seperti ilmu lughah, syair,    khitabah dan amtsal.
4.      Gerakan Penerjemahan dan Arabisasi
Gerakan penerjemahan ke dalam bahasa Arab (Arabisasi buku), juga dilakukan, terutama pada masa khalifah Marwan. Pada saat itu, ia memerintahkan penerjemahan sebuah buku kedokteran karya Aaron, seorang dokter dari iskandariyah, ke dalam bahasa Siriani, kemudian diterjemahkan lagi ke dalam bahasa Arab. Demikian pula, Khalifah memerintahkan menerjemahkan buku dongeng dalam bahasa sansakerta    yang dikenal dengan Kalilah wa Dimnah, karya Bidpai.Buku ini diterjemahkan oleh      Abdullah ibnu Al-Muqaffa. Ia juga telah banyak menerjemahkan banyak buku lain, seperti filsafat dan logika, termasuk karya Aristoteles : Categoris, Hermeneutica,       Analityca Posterior serta karya Porphyrius : Isagoge

Senin, 26 Oktober 2020

MATERI ISMUBA 26 OKT 2020 SMP MUH 6

 Pengertian Sholat Sunnah

“Sholat sunnah adalah sholat yang boleh dikerjakan dan boleh juga tidak dikerjakan”

Ya tentu saja jika mengerjakannya maka akan mendapat pahala dan kebaikan, walaupun pahala bukan tujuan utama kita dalam mengerjakan sholat tetapi tujuan utama adalah Lillah wa Rosulillah atau untuk mendekatkan diri kepada Alloh SWT, jika sudah dekat, jangan kan surga, lebih dari surga pun akan diberi oleh Alloh SWT karena Alloh maha pengasih dan penyayang.

Macam Macam Sholat Sunnah

Berikut adalah sebagian dari macam-macam sholat sunnah

Sholat Taubat

Sholat Tahiyatul Masjid

Sholat Tasbih

Sholat Dhuha

Sholat Gerhana

Sholat Rawatib

Sholat Tahajud

Sholat Istikharah

Sholat Hajat

# Shalat Tahiyatul Masjid

Shalat Tahiyatul Masjid adalaha sholat sunnah yang dikerjakan dengan tujuan untuk memberikan penghormatan kepada mesjid sebagai rumah Alloh SWT. Sholat ini pun bisa dilakukan kapan pun mereka yang ada di mesjid. Sholat ini baik dikerjakan sebelum melaksanakan sholat berjamaah di masjid.

# Sholat Dhuha

Adalah sholat sunat yang dikerjakan sekitar jam 8 pagi, waktu dimana matahari terbit naik sekitar 7 hasta hingga terasa panas menjelang Dzuhur. Namun sebaiknya dikerjakan di 1/4 kedua hari atau sekitar jam 9 pagi. Boleh dikerjakan sendiri dan berjamaah juga boleh.

# Sholat Rawatib

Shalat Rawatib adalah sholat sunnah yang umum dilaksanakan sebelum dan juga sesudah sholat fardhu atau wajib. Berikut adalah rincian sholat sunnah rowatib

Shalat Subuh : 2 roka’at sebelum (qabliyah) dan tidak ada sholat sesudahnya (ba’diyah).

Shalat Dzuhur : 2 roka’at qobliyah, 2 atau 4 roka’at ba’diyah.

Shalat Ashar : 2 roka’at qobliyah, tidak ada ba’diyah.

Shalat Maghrib : tidak ada qobliyah, 2 roka’at ba’diyah.

Shalat ‘Isya: 2 roka’at qobliyah, 2 roka’at ba’diyah.

# Sholat Tahajud

Sholat Tahajud yaitu sholat sunnah yang dikerjakan di malam hari. Dikerjakan dalam 2 raka’at untuk satu kali salam. Dikerjakan jika sudah terbangun dari tidur dan sudah mengerjakan sholat ‘Isya.

Dilaksanakan di awal malam yaitu antara waktu ‘Isya hingga sekitar jam 10 malam (1/3 pertama malam), atau di tengah malam, antara jam 10 sampai jam 1 dini hari (1/3 kedua malam), dan paling utama jika dikerjakan di akhir malam, antara ja 1 dini hari hingga menjelang Shalat Subuh (1/3 akhir malam).

Minggu, 25 Oktober 2020

MATERI FIQIH IBADAH KELAS 7 "

 SHOLAT JAMAAH DAN MASBUK "

Apakah kalian ingin mengetahui lebih jauh mengenai Salat berjamaah? Bacalah

pembahasan berikut ini.

1. Syarat Sah Berjamaah

Salat berjamaah sah apabila memenuhi

syarat sebagai berikut:

a. Ada imam.

b. Makmum berniat untuk mengikuti imam.

dikerjakan dalam satu majelis.

makmum sesuai dengan £alat-nya

imam.

Kedudukan imam dalam £alat berjamaa

gat penting. Dia akan menjadi pemimpin seluruh

jamaah SHalat sehingga untuk menjadi imam ada

syarat tersendiri. Syarat yang dimaksud adalah :

a. Mengetahui syarat dan rukun , serta perkara yang membatalkan

b. Fasih dalam membaca ayat-ayat al-Qur'An,

c. Paling luas wawasan agamanya dibandingkan yang lain,

d. Berakal sehat,

e. Ballig,

f. Berdiri pada posisi paling depan,

g. Seorang laki-laki (perempuan juga boleh jadi imam kalau makmum-

ya perempuan semua), dan

h. Tidak sedang bermakmum kepada orang lain.

Sedangkan syarat-syarat menjadi makmum adalah seperti berikut.

a. Makmum berniat mengikuti imam,

b. Mengetahui gerakan shalat imam,

c. Berada dalam satu tempat dengan imam,

d. Posisinya di belakang imam, dan

e. Hendaklah shalat makmum sesuai dengan Shalatnya imam, misalnya imam

Shalat Asar makmum juga shalat Asar

2. Makmum Masbμq

Makmum adalah makmum yang tidak sempat membaca surat Al-FAtiHah bersama imam di rakaat pertama. Lawan katanya adalah makmum munfarid,( sendirian ) yakni makmum yang dapat mengikut seluruh rangkaian Shalat berjamaah bersama imam.( sholat Berjamaah )

Jika kalian dalam kondisi ketinggalan berjamaah seperti ini, perlu kecermatan dalam tata cara menghitung jumlah rakaat. 


RANGKUMAN : CATATLAH KE BUKU CATATANMU



Shalat berjamaah adalah shalat yang dikerjakan oleh dua orang atau lebih secara bersama-sama dan salah seorang menjadi imam sedang yang lain- nya menjadi makmum.
2.Hukum shalat berjamaah adalah sunnah muakkadah, yaitu sunnah yang sangat dianjurkan. Sebagian ulama menyatakan hukum shalat berjamaah fardlu kifayah.
3.Untuk menjadi imam harus memenuhi syarat, antara lain mengetahui syarat dan rukun Shalat, serta perkara yang membatalkan Shalat, fasih membaca al-Qur'an, paling tinggi ilmunya dibandingkan yang lain, berakal sehat, dan ballig.
4.Masbµq, yaitu orang yang mengikuti imam tetapi tidak sempat membaca surat al-Fatihah bersama imam di rakaat pertama.
5.Keutamaan Shalat berjamaah adalah menjalin silaturahmi antarsesama, mengajarkan hidup disiplin, mencintai dan menghargai, menjaga persatuan dan kesatuan, menahan dari kemauan sendiri (egois), dan patuh kepada pemimpinnya.
6.Sikap kecintaan kepada £alat berjamaah dapat diwujudkan melalui perilaku sebagai berikut:
a.Ketika masuk waktu Shalat segera menuju masjid dan mengumandangkan atau mendengarkan adzan.
b.Ketika mendengar adzan segera menuju masjid.
c.Mengajak teman-temannya untuk Shalat berjamaah.
d.Suka menjalin tali silaturrahim antara sesama di masjid.


SELAMAT BELAJAR

TUGAS HARI SENIN 26 OKTOBER BDR KELAS VII SMP MUH 6 KLEGO

Latihan 1

Pilihlah salah satu jawaban yang benar pada huruf A, B, C, atau D!

1.Jumlah makmum dalam shalat berjamaah paling sedikit adalah...
    A.satu orang
    B.dua orang
    C.tiga orang
    D.empat orang
2.Pahala shalat berjamaah lebih banyak dibanding shalat sendirian, yaitu...
    A.17 derajat
    B.27 derajat
    C.37 derajat
    D.47 derajat
3.Perhatikan pernyataan berikut ini...
    1.Pak Umar berumur 55 tahun dan kurang fasih membaca al-Qur'an
    2.Ibu Aminah berumur 57 tahun dan fasih membaca al-Qur'an
    3.Farhan berumur 15 tahun dan fasih membaca al-Qur'an
    4.Pak Rosyid berumur 35 tahun dan fasih membaca al-Qur'an
Orang yang tepat dipilih menjadi imam shalat adalah...
    A.Umar
    B.Aminah
    C.Farhan
    D.Rosyid
4.Perhatikan hal-hal berikut ini...
    1.Hujan lebat
    2 .Sakit
    3.Tertinggal satu rakaat
    4.Tidak mendapat saf depan
Hal-hal yang menjadi alasan diperbolehkan seorang muslim melakukan
shalat secara munfarid adalah...
    A.1  dan 2
    B.1  dan 4
    C.2  dan 3
    D.3  dan 4
5.Apabila suami istri ingin melaksanakan £alat berjamaah, maka...
    A.istri makmum kepada suami dan posisinya di depan suami
    B.suami bermakmum dengan istri dan sejajar di samping kanan suami
    C.istri bermakmum kepada suami dan sejajar di samping kiri suami
    D.istri bermakmum kepada suami dan posisinya di belakang suami
6.Apabila makmum terdiri atas laki-laki, perempuan, anak laki-laki, dan anak perempuan, maka posisi £af untuk anak-anak perempuan adalah...
    A.paling belakang
    B.di belakang imam
    C.di belakang makmum laki-laki dewasa
    D.di depan shaf perempuan dewasa
7.Perhatikan hal-hal berikut ini:..
1.Fasih bacaan al-Qur'an
2.Berakal sehat
3.Ballig
4.Sudah mempunyai anak
Hal-hal yang merupakan syarat menjadi seorang imam adalah...
    A.1,  2,  dan 3
    B.1,  2,  dan 4
    C.1,  3,  dan 4
    D.2,  3,  dan 4
8.Jika seorang imam langsung berdiri setelah sujud kedua pada rakaat kedua, maka makmum hendaknya...
    A.langsung duduk untuk tasyahhud awwal
    B.mengingatkan dengan batuk-batuk kecil
    C.mengingatkan dengan mengucapkan “subhanalloh”
    D.ikut berdiri sesuai gerakan imam

9.Hukum melakukan shalat berjamaah adalah...
    A.sunnah muakkadah
    B.fardlu ‘ain
    C.fardlu kifayah
    D.ibadah maiyah
10.Makmum masbµq adalah makmum yang...
    A.ketinggalan shalat-nya imam
    B.memisahkan diri dengan imam
    C.menyesuaikan diri dengan imam
    D.tidak mengikuti shalat-nya imam
 
JAWABAN DI TULIS DI BUKU TUGAS 

Jumat, 23 Oktober 2020

MATERI DAN TUGAS DARRING-BHS ARAB KELAS 7 SMP MUH 6 KLEGO SMTR 1


المرافق والأدوات المدرسية

(Fasilitas dan Alat-Alat Sekolah)

المفردات

Kosa Kata

1.     Peralatan Sekolah

Tas   حَقِيْبَة

Buku       كِتَاب

Penggaris مِسْطَرَة

Pena        قَلَم

Penghapus (papan tulis)     مِمْسَحَة

Pensil       مِرْسَم

Penghapus pensil     مِمْحَاة

Kamus     قَامُوْس

Kotak Pensil    مِقْلَمَة

Buku Presensi كَشْفُ اْلغِيَاب

Gambar   صُوْرَة

Dinding   حَائِط

Peta خَرِيْطَة

Kursi        كُرْسِيّ

Buku Tulis كُرَّاسَة

Kertas      قِرْطَاس

Jam  سَاعَة

Meja        مَكْتَب

Papan Tulis     سَبُّوْرَة

Lampu     مِصْبَاح

2.     Tempat

Toilet      مِرْحَاض

Kelas        فَصْل

Lapangan مَلْعَب

Perpustakaan   مَكْتَبَة

Kamar mandi  حَمَّام

Musholla مُصَلَّى

3. Terkait Kata Keterangan Tempat beserta contoh dalam kalimat

Di dalam  -فِي     

اْلقَلَم فِي اْلحَقِيْبَة    

Di atas (menempel) عَلَى    

الكِتَاب عَلَى الْمَكْتَب    

Di atas (tidak menempel) فَوْقَ    

الْمِصْبَاح فَوْقَ الْمَكْتَب     

Di bawah تَحْتَ   

الْمِقْلَمَة تَحْتَ الْكُرَّاسَة    

Di depan أَمَامَ    

الْمُصَلَّى أَمَامَ الْمَلْعَب    

Di belakang     وَرَاءَ    

الْمَسْجِد وَرَاءَ الْفَصْل     

Di antara بَيْنَ     

الْمِقْلَمَة بَيْنَ الْمِسْطَرَة وَالْقَامُوْس       

Di samping      جَانِبَ  

الْمِمْسَحَة جَانِبَ الْمِرْسَم 

TUGAS KALIAN ADALAH: TERJEMAHKAN KE DALAM BHS ARAB SOAL DIBAWAH INI

1. MASJID DI SAMPING SEKOLAH

2. BUKU DI ATAS MEJA

3. PAPAN TULIS DI BELAKANG GURU

4. MURID-MURID DI DALAM KELAS

5. SAPU DI BAWAH MEJA

KERJAKAN DI BUKU TUGAS HARIAN KAMU. 

JUMAT, 23 OKTOBER 2020


Rabu, 21 Oktober 2020

Macam-Macam Sujud, Sujud Syukur, Sujud Sahwi, Sujud Tilawah dan Hikmahnya

Macam-Macam Sujud, Sujud Syukur, Sujud Sahwi, Sujud Tilawah (Materi PAI Kelas 8 Semester 1)

Kali ini akan dibahas mengenai macam-macam sujud seperti, sujud syukur, sujud sahwi dan sujud tilawah

SUJUD SYUKUR

Sujud syukur adalah sujud yang dilakukan ketika seseorang memperoleh kenikmatan besar dari Allah atau dapat terhindar dari suatu bahaya yang akan menimpa dirinya. Sujud syukur dilaksanakan diluar salat 1 kali sujud.

Adapun cara sujud syukur adalah:

1.  Berniat dengan menghadap kiblat

2.  Takbir seperti takbiratul ihram dalam shalat

3.  Sujud satu kali dengan membaca “Subhanallah walhamdu lillahi walailahaillallaahu wallaahu akbar”

4.  Bangkit dari sujud terus salam.


SUJUD SAHWI

Sujud sahwi adalah sujud 2 kali yang dilakukan sebelum salam dalam salat karena lupa atau ragu-ragu dalam melaksanakan. Hukumnya sunnah muakkad.

Tata cara melaksanakan sujud sahwi adalah:

 “Setelah membaca doa tasyhahud akhir kemudian sujud dengan membaca doa sujud sahwi, kemudia duduk diantara 2 sujud, terus sujud lagi dengan membaca doa sujud sahwi meudian salam.

Adapun doa sujud sahwi adalah:


Artinya : “Maha Suci Dzat yang tiada tidur dan tidak pernah lupa”.

Sebab-sebab sujud sahwi antara lain:

b. Lupa duduk tasyahud awal atau tidak membaca tasyahud awal

c. Ragu-ragu tentang jumlah rakaat.

d. Kelebihan atau kekurangan rakaat, rukuk atau sujud karena lupa

e.Lupa/ketinggalan membaca do’a qunut dalam shalat Subuh, bagi golongan yang berpendapat bahwa qunut adalah sunnah.

SUJUD TILAWAH

Sujud Tilawah adalah sujud satu kali yang dikerjakan ketika membaca atau mendengar ayat-ayat sajdah dalam Al Qur’an. Sujud ini dikerjakan diluar salat atau di dalam shalat. Jumlah ayat sajdah dalam Al Qur’an adalah 15 ayat.

Adapun tata caranya adalah:

a.Dalam shalat

      “Ketika sampai pada ayat-ayat sajdah, maka langsung sujud 1 kali dengan membaca doa sujud tilawah. Kemudian kembali keposisi semula dan meneruskan bacaan shalatnya.“

b. Di luar shalat

“Ketika mendengar atau membaca ayat sajdah, kemudian niat dalam hati, hbertakbir, kemudian sujud, setelah itu bangkit dari sujud dengan membaca takbir kemudian melanjutkan kembali bacaannya jika masih ada.

Adapun lafadz sujud tilawah adalah :



HIKMAH SUJUD SYUKUR, SAHWI DAN TILAWAH

1. Dengan sujud syukur kita senantiasa mendapatkan tambahan rezki dari Allah dan dijauhkan dari adzab atau siksa Allah swt

2.Dengan sujud Sahwi, kita senantiasa menyadari bahwa manusia tempat lalai/lupa dan sebaik-baik orang yang lalai adalah yang mau menyadari kesalahannya dan mau memperbaikinya karena hanyalah Allah yang tidak pernah lupa.

3. Dengan sujud tilawah, diharapkan kita senantaisa tunduk dan tawaddu’ (rendah hati) terhadap Allah maupun sesama manusia, dan kita dijauhkan dari sifat sombong seperti sombongnya Qorun dan Raja Fir’aun. 

ok adik adik setelah kalian memahami ringkasa materi di atas, tugas kalian adalah." MENGERJAKAN UJI KOMPETENSI 1 A DAN B di buku tugas kalian LK HAL 83 -84 " baik selamat mengerjakan??? tetap jaga Protokol kesehatan . salam BDR smakin asyiiiikkk???