Al-fath, [10.11.18 15:49]
Jangan Menutupi Jalan
Hari ini belajar dari seorang nenek yang menuntun cucunya untuk tidak menghalangi orang yang mau jalan melewati badan kecil cucunya.
"Sini mainnya di pinggir, itu jalan umum. Banyak orang mau berlalu lalang."
Sang cucu lagsung mengikuti arahan si nenek. Kemudian nenek kembali memberi nasehat,
"Nah, pinter. Kalau ada duri di jalan pun bantu singkirkan maka kamu dapat pahala kebaikan."
Bukan hanya cucu yang menyimak, tapi orang-orang di sebelah nenek pun langsung menatap nenek.
Zaman sekarang, di mana waktu begitu berharga, waktu ibarat uang, waktu adalah emas. Sampai kita sibuk memikirkan diri sendiri. Kita lupa pada orang lain.
Lama membayarkan utang. Padahal yang memberi utang bisa jadi lagi membutuhkan.
Sekalipun belum ada dana, itikad baik harus dilakukan dengan menjaga silaturahmi. Bukan sebaliknya, malas bayar dan silaturahmi sengaja diputus, naudzubillah..
Lama menunaikan janji, atau menggantung pekerjaan. Hayoo, siapa yang suka nyuruh dikerjakan. Setelah selesai dikerjakan hasil kerjaan 'digantung' nggak ada kabar kepastian. Jangan dzolim ya, hati-hati dengan doa orang yang sabar menanti. Bisa jadi engkau menghalangi 'hasil' pekerjaan orang lain yang sudah diselesaikan susah payah. Karena kau anggap santai saja, bisa jadi rezekimu pun menggantung. Nah, kalau gini kan, baru terasaaaa..
Dan, bagi yang usahanya tertutup jalannya (belum kelihatan hasil). Naskahnya belum ada kabar dari penerbit, atau yang menanti jawaban dari rekan proyek bersama. Sabarlah.
Saat semua jalan tertutup, buatlah jalan baru dan berserah dirilah kepadaNYA.
Setuju?
Selamat beraktivitas dan jangan lupa berdoa.











